Evaluasi Koefisien Tanaman Padi Berdasarkan Konsumsi Air pada Lahan Sawah

Hanhan Ahmad Sofiyuddin, Lolly M. Martief, Budi Indra Setiawan, Chusnul Arif
*

Sari


Koefisien tanaman dihitung berdasarkan pengamatan konsumsi air dari berbagai lahan sawah untuk mengetahui nilai dan variasi temporal sepanjang waktu pertumbuhan. Penelitian ini mengkaji tiga metode di lahan padi sawah, yaitu System of Rice Intensification, Pengelolaan Tanaman Terpadu dan metode yang biasa digunakan oleh petani (konvensional). Setiap metode memiliki perbedaan mendasar dalam pola perawatan tanaman dan pola pemberian air yang lebih lanjut menyebabkan perbedaan dalam hal pertumbuhan tanaman, produktivitas dan konsumsi air. Dalam penelitian ini, kombinasi pola perawatan tanaman dan pemberian air dari ketiga metode ini diujicobakan. Pengukuran dilakukan harian pada parameter tinggi genangan, tinggi muka air tanah lahan, irigasi, drainase serta parameter klimatologi. Analisa neraca air kemudian dilakukan untuk menghitung kedalaman ekuivalen simpanan air tanah, yang kemudian dibandingkan dengan data simpanan air tanah hasil pengukuran berdasarkan data tinggi muka air dan kurva retensi air tanah. Proses optimasi kemudian dilakukan untuk menemukan koefisien tanaman harian dengan meminimalisasi perbedaan kumulatif antara kedalaman tanah hasil analisa dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan menghasilkan koefisien tanaman yang hampir sama. Nilai rata-rata pada periode 15 harian secara berurutan adalah 0,87, 1,03, 1,13, 1,24, 1,28 and 1,25. Nilai ini sangat penting dalam memahami mekanisme penghematan air sebagai masukan bagi penyusunan standar perencanaan debit irigasi.

Kata Kunci


sawah; koefisien tanaman; SRI; PTT; penghematan air; water productivity

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akinbile, C.O. Dan A.Y. Sangodoyin. 2010. Estimating crop coefficient model for upland rice (NERICA) under sprinkler irrigation system. African Journal of Agricultural Research 5 (6): 436-441. http://www.academicjournals.org/ (diakses 4 Juni 2010).

Allen, G.A., L.S. Pereira, D. Raes, M. Smith. 1998. Crop Evapotranspiration–Guidelines for Computing Crop Water Requirement, FAO Irrigation and Drainage paper 56. FAO, Rome, Italy.

Arif, C., B.I. Setiawan, H.A. Sofiyuddin, L.M. Martief, M. Mizoguchi, R. Doi. 2012. Estimating crop coefficient in intermittent irrigation paddy fields using Excel Solver. Rice Science, 19(2): 143−152.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Petunjuk Teknis – Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Balai Irigasi. 2009. Laporan Penelitian Irigasi Hemat Air pada Budidaya Padi dengan Metode System of Rice Intensification (SRI). Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum.

Direktorat Irigasi. 2009. Kriteria Perencanaan 1 – Bagian Perencanaan. Direktorat Irigasi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Farahani, H. J., T. A. Howell, W. J. Shuttleworth, W. C. Bausch. 2007. Evapotranspiration: progress in measurement and modeling in agriculture. Transactions of the ASABE 50(5): 1627-1638.

Hasan, M., S. Sato. 2007. Water saving for paddy cultivation under the System of Rice Intensification (SRI) in eastern Indonesia. Jurnal Tanah dan Lingkungan 9(2): 57-62.

Kalman, R. E. 1960. A new approach to linear filtering and prediction problems. Transaction of the ASME-Journal of Basic Engineering: 35-45.

Kasnawi, S. 2005. Uraian Singkat SRI di Jawa Barat. Bagian Pelaksana Kegiatan Tata Guna Air. Satker Sementara Irigasi Andalan Jawa Barat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum.

Kassam, A., W. Stoop, N. Uphoff. 2011. Review of SRI modifications in rice crop and water management and research issues for making further improvements in agricultural and water productivity. Paddy Water Environment 9 :163–180.

Kementerian Pertanian. 2011. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2010–2014. Kementerian Pertanian. http://www.deptan.go.id/ renstra2010-2014/renstra-kementan-2010-2014.pdf (diakses 27 September 2012).

Pramono, J., S. Basuki, Widarto. 2005. Upaya peningkatan produktivitas padi sawah melalui pendekatan pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu. Agrosains 7(1): 1-6.

Seung Hwan, Y., C. Jin Yong, J. Min Won. 2006. Estimation of paddy rice crop coefficients for Penman-Monteith and FAO Modified Penman method. ASABE Technical Library. http://www.asabe.org/ (diakses 4 Juni 2010).

van Genuchten, M.Th. 1980. A closed-form equation for predicting the hydraulic conductivity of unsaturated soils. Soil Science Society of America Journal 44: 892–898.

Wardana, I. P., P. S. Bindraban; A. Gani, A. K. Makarim; , I. Las. 2002. Biophysical and economic implications of integrated crop and resource management for rice in Indonesia. Makalah dalam Water-Wise Rice Production, editor: B.A.M. Bouman, H. Hengsdijk, B. Hardy, P.S. Bindraban, T.P. Tuong, J.K. Ladha. International Rice Research Institute, Manila.

Welch G and G Bishop. 2006. An Introduction to The Kalman Filter. TR 95-041, Department of Computer science, University of North Carolina. http://www.cs.unc.edu/~welch/ media/pdf/kalman_intro.pdf (diakses 14 Juli 2010).


Statistik Tampilan

Sari : 317 kali
PDF : 357 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v7.i2.120-131

Hak Cipta (c) 2012 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.